Januari 20, 2009 • 6:45 am
Apaan hayo……?
Bandung Bondowoso menyanggupi permintaan Loro Jonggrang yang meminta dibuatkan 1000 candi dalam satu malam…, walaupun mas Bandung tidak bisa memenuhi… (baru kelar 999, karena kecurang mbak Jonggrang).
Hubungannya dengan develop program…?, 1000 candi bisa diibaratkan aplikasi yang komplek dalam dunia software, untuk membangun aplikasi tersebut dibutuhkan perencanaan yang baik, dan terkadang (mungkin sering kali) setelah tahap finishing coding kita perlu lagi balik ke perencanaan atau desain untuk perbaikan. Sebagai gambaran untuk membuat satu form saja, kita butuh menghandle segala event pada komponen, kita harus validasi input, mengatur layout, memformat tampilan data dan masih banyak lagi kerjaan lain untuk form tersebut.
Jadi untuk membuat aplikasi yang mendekati sempurna dibutuhkan waktu, tidak bisa selesai coding berarti aplikasi selesai, harus dilalui tahapan testing dan operasional baik oleh team develop ataupun oleh user.
Filed under: Journey
Januari 18, 2009 • 4:10 am
Tintanya sudah full kok nggak mau keluar tulisan…!!!, kejadian ini sering terjadi pada orang yang sedang menjahit pakaian, ??? ngawur…!!!, ups… pada orang yang sedang mencetak laporan ke printer he he he…
Sumber Permasalahan
OK.. permasalahan diatas sering saya temukan, dan beberapa kali juga pernah dimintai tolong untuk memperbaikinya…(padahal saya bukan orang hardware, tapi software. tapi kalau orang awam nggak perduli kamu ahli HW atau SW, taunya mereka kamu bisa komputer.) . Ok.. lanjut.., tinta ngadat biasanya disebabkan oleh media didalam cartridge yaitu berupa busa yang berfungsi sebagai media penampung tinta, mungkin karena kering atau lain hal sehingga tinta tidak bisa mengalir lancar dari atas kebawah pada saat diperlukan. (mudah-mudahan nggak salah).
Selain pada busa bisa juga permasalah terjadi pada head, mungkin kering atau ada kotoran yang menyumbat sehingga tinta tidan bisa keluar.
Solusi
Untuk permasalahan diatas ada beberapa cara yang dapat kita lakukan, cara cepat dan aman adalah membuang cartrigde itu dan membeli yang baru atau membuang cartrigde bersama printernya dan membeli printer baru… ha ha ha…(kalau anaknya Bill Gate ya ndak masalah). Cara kedua adalah meniup cartrigde, caranya cari lubang tempat kita memasukan tinta isi ulang, letakkan mulut disana lalu tiup kuat-kuat sehingga tinta akan keluar secara paksa dari head cartrigde. Dengan cara meniup kita akan memaksa tinta diabagian atas untuk mengalir kebawah, dengan harapan yang tadinya kering menjadi basah sehingga jalan tinta akan lancar…
Cara diatas beberapa kali pernah saya lakukan dan sering berhasil, khususnya pada printer HP (21 & 22). Tapi pernah juga gagal (mungkin memang cartridge nya rusak). tapi dari pada cartridgenya dibuang, lebih baik dicoba-coba dulu, siapa tau bisa kan bisa berhemat.
Warning!!!
- Meniup kuat-kuat bisa menyebabkan rahang anda sakit…, pegel-pegel tapi tidak encok.
- Meletakkan mulut anda pada cartrigde akan membuat anda merasakan bagaimana manisnya tinta…
Filed under: Journey
Desember 3, 2008 • 2:45 am
Dalam mendesain suatu tampilan interface, warna adalah sesuatu yang pokok yang bermain dalam desain tersebut, berikut ini adalah artikel tentang warna dalam GUI dari InfoQ.com, http://www.infoq.com/articles/Colors-UI
Filed under: Journey
November 20, 2008 • 3:25 am
Kami cari Jurusan Teknik Informatika yang S.KOM, ini adalah kata-kata yang masih terngiang-ngiang ditelinga saya ketika memasukan lamaran CPNS di PEMDA Singaraja Bali.
Kebetulan saya adalah Sarjana Teknik Informatika yang mempunyai gelar ST, saat daftar CPNS, petugas verifikasi meragukan kualifikasi saya, karena gelar bukan S. KOM, tetapi setelah diskusi dan memeriksa transkrip nilai, mereka percaya juga, dah lulus verifikasi. Lebih parahnya lagi temen-temen saya di Gianyar, mereka ditolak mentah-mentah karena bukan S. Kom.
Dari hal diatas yang salah siapa sih? Institusi tempat kita belajar atau petugas Verifikasi…? Jika jawabannya Institusi, menurut saya untuk menyelenggarakan program itu harus ada standar dari DIKTI apalagi sudah terakreditasi secara nasional, jadi institusi nggak bisa disalahkan. Kalau jawabannya adalah Petugas Verifikasi, berarti mereka tidak mengakui keberadaan institusi tersebut dan itu mungkin bisa dikategorikan melanggar hukum…, bener nggak?, kalau pendapat saya pribadi, petugas verifikasi perlu banyak belajar, membuka mata, lulusan Teknik Informatika itu nggak harus S. KOM, dijogja kebanyakan ST (UPN, Sanata Dharma).
Nah Kenapa ST…?, wajar dong karena saya kuliah dijurusan Teknik Informatika yang berada di Fakultas Teknologi Industri. Mungkin yang aneh itu yang S.KOM, Teknik Informatika kok ya S. KOM, kalau Ilmu Komputer Wajar…, tapi argumen saya bisa termentahkan jika melihat kata Informatika, yang merupakan bagian dari komputer.
Kalau dilihat dari kaca Computer Curricula, Teknik Informatika itu lebih banyak ke hubungan antara perusahaan dan IT, jadi bukan studi di komputernya, melainkan memberikan solusi pada industri mengenai IT…, apa hubungannya ya…? ha ha…
Pokoknya ya gitulah.
Filed under: Journey
Oktober 18, 2008 • 4:59 am
Jumat malam tepatnya tanggal 17 Oktober 2008, kira-kira jam 7.30 gue baru pulang dari kantor dan mau menuju kerumah, lagi asik-asiknya nyantai diatas motor tiba-tiba gue ngelihat segerombolan Polisi dikiri dan dikanan jalan tepatnya didepan agak kekanan dikit dari BANK BCA Singaraja. Pertama-tama gue kira ada kecelakaan, eh .. eh.. ternyata ada razia kendaaran bermotor.
Dengan pede gue berhenti dan menepi, karena gue pikir surat-surat (SIM dan STNK) lengkap. Kemudian ada seorang polisi yang menghampiri dan meminta gue menunjukan SIM dan STNK. Dengan nyantai gue ambil dompet untuk mengeluarkan SIM, but…!!! apa yang terjadi, SIM tidak ada didompet, kemudian gue keluarin semua isi dompet, gue geledah, tapi kagak ketemu juga. untuk menenangkan suasana gue tunjukan STNK dulu, STNK gue ambil dari bagasi motor. Kembali ke SIM lagi…, seluruh isi dompet dah gue keluarin, tapi nggak ada juga sesuatu yang namanya SIM, padahal gue nggak pernah mengeluarkan SIM dari dompet, lama juga gue berpikir “kemana sim gue…”, sampai akhirnya si Polisi bilang “mari ikut saya”, he he .. naga-naga mau kena tilang nih…., sampai disini gue masih bingung, bingungnya bukan karena mau ditilang tapi bingung mikir dimana SIM gue, kalau cuma ditilang paling-paling bayar 20-30 ribu, kalau SIM yang hilang….? bisa berabe… (180 ribu + tetek bengek…). Tapi gue belum nyerah, gue coba cari dibagasi, gue geledah tuh bagasi, eh eh… ternyata nongol juga tuh si SIM, yang notabene tempatnya sama dengan tempat STNK motor, ha ha ha… baru gue inget, dulu pernah saat berangkat kerja tapi terburu-buru dan ditengah jalan ketemu razia juga, nah karena buru-buru setelah menunjukan surat-surat ke Polisi, SIM nggak gue masukan kedompet lagi, tapi gue letakkan di tempat STNK… , “dasar pikun”.
BTW gue lega… polisinya juga cuma bisa nyengir dan bilang “terima kasih atas waktunya dan sebaiknya SIM nya diletakkan saja didompet biar nggak bingung..”. he he.. trim Mr. Polisi
Filed under: Journey
September 27, 2008 • 8:15 am
Hari ini gue menghabiskan waktu dikantor untuk bermain-main dengan Inno Setup, gue lagi bikin package untuk software-software yang gue buat dikantor. Kalau untuk package standar sebenernya dah jadi, tapi gue pengen buat package yang interaktif, nah untuk itu gue lagi coba ngoprek-ngoprek script pascal yang ada di file help.
Sebagai informasi, Inno Setup dapat membuat package yang interaktif, sesuai dengan keinginan anda, Inno Setup menggunakan script Pascal untuk ini, jadi anda yang menguasai bahasa Pascal pasti akan lebih cepat menguasai software ini.
Filed under: Journey
September 25, 2008 • 3:36 am
Hari ini hari kamis, 25 September 2008, nggak sengaja saya pindah-pindah channel TV, ketika mampir di TV One, ternyata ada acara yang temanya ngobrol tentang E-Banking bersama Vice President Bank Mandiri dan tokoh favorit para blogger, hacker dan pecinta IT di Indonesia yaitu Onno W. Purbo.
Tema yang banyak dibahas disana adalah kejahatan terhadap nasabah pengguna E-Banking yang ditipu lewat suatu website…, ngeri juga!!!, untung saya nggak punya duit banyak, jadi nggak pernah pake E-Bangking… he he..
Menurut Vice President dari Bank Mandiri sebenarnya Bank sudah membuat sistem tersebut seaman mungkin dan akan sulit disusupi oleh para penyusup, dan ini juga dibenarkan oleh Onno W. Purbo.
Dengan sistem yang ada sekarang ini menurut pak Onno memang sulit atau bahkan nggak mungkin disusupi oleh penyusup, akan tetapi penyusup mengalihkan sasaran dari server Bank ke para nasabah yang kebanyakan masih Gaptek alias Gagap Teknologi. Biasanya nasabah akan ditipu dengan mengatakan accountnya sudah tidak aktif lagi, sehingga nasabah bingung dan penyusuf akan melanjutkan dengan meminta nasabah memasukan seluruh data yang akan digunakan untuk membajak/menguras uang si nasabah. Karena dalam keadaan bingung dan khawatir sinasabah kebanyakan akan mengisi seluruh data yang diminta, nah disinilah pembajak akan mendapatkan data yang bisa dipergunakan untuk menguras uang sinasabah.
Ada beberapa tips dari pak Onno kepada nasabah untuk menghindari hal ini, salah satunya yaitu memastikan apakah URL atau alamat websitenya memang benar punya bank yang bersangkutan, contoh: site punya Bank Mandiri adalah www.bankmandiri.co.id, kalau selain itu berarti palsu, misalnya www.bankmandiri.com, www.benkmandiri.co.id (hampir mirip to…). Tips lain adalah jangan sembarangan memberikan data kita (nama lengkap, alamat, telepon, dll) ke suatu website, karena bisa saja disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ada sedikit session yang lucu dimana ketika pak Onno menyebut para hacker dengan sebutan Kita, yang berarti menunjukan bahwa beliau juga termasuk anggota para hacker tapi Hacker yang berakhlak ha ha ha…., Semua yang ada tertawa dan saya juga ikut tertawa, apa lagi ketika melihat ketawa culunnya pak Onno yang di close up.. ha ha ha..
Ok.. itu aja yang saya lihat, kurang lebihnya mohon maaf..
Filed under: Journey